
Pembukaan Musyda dihadiri sejumlah unsur Persyarikatan dan tamu undangan. Hadir pula Ketua PCM Gombong Ir. H. Muhammad Yahya Fuad, S.E., yang memberikan pesan kepada para kader agar forum Musyda mampu menghasilkan keputusan yang tidak berhenti sebatas gagasan, tetapi sederhana, aplikatif, dan dapat diwujudkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Yahya Fuad turut memberikan perhatian terhadap persoalan perundungan di kalangan pelajar. Menurutnya, tindakan yang mempermalukan anak di ruang publik perlu dihindari karena dapat berdampak terhadap mental dan membuka ruang terjadinya perundungan. Ia mengajak kader IPM untuk memiliki kepekaan sosial sekaligus mampu menjaga harga diri sesama.
Selain itu, Yahya Fuad mengingatkan pentingnya menanamkan nilai FAST, yakni Fathonah, Amanah, Shidiq, dan Tabligh. Empat nilai tersebut diharapkan menjadi landasan etika bagi kader IPM dalam membangun karakter, menjalankan kepemimpinan, hingga mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Lilis Nuryani juga menekankan bahwa pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting bagi pelajar Muhammadiyah dalam menghadapi masa depan, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan derasnya arus informasi. Organisasi menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar mengambil peran dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan zaman.
Musyda XXV PD IPM Kebumen juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan formatur. Sebanyak 18 calon formatur dari berbagai pimpinan cabang dan unsur IPM di Kabupaten Kebumen mengikuti proses tersebut untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Melalui semangat “IPM Kebumen Berdaya Nyata”, Musyda XXV diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat komitmen kader untuk menghadirkan gerakan yang relevan dan memberikan manfaat nyata.
Dari forum inilah kader-kader IPM terus menempa diri sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah Persyarikatan, sekaligus mempersiapkan diri menjadi anak panah dakwah Persyarikatan di tengah masyarakat.
Penulis: Metafora Team